The Liver bird is the symbol of the city of Liverpool, England. The use of a bird to represent the city dates to the medieval era, but the idea that the "liver bird" is a mythical creature specific to Liverpool evolved in the 20th century. The bird is normally represented in the form of a cormorant holding a frond in its mouth.Sumber = The Famous Kopites From Kaskus
The earliest known use of a bird to represent the then-town of Liverpool was on its corporate seal, dating from the 1350s. The seal is now held by the British Museum. In 1668 the Earl of Derby gave the town council a mace "engraved with ...a leaver", the first known reference to a liver bird by this name. In 1797 the College of Arms granted official arms to Liverpool, which depicts the bird in pride of place.
Since then the bird has been portrayed in many forms to represent the city. Two birds top the clock towers on the Royal Liver Building, at Liverpool's Pier Head, overlooking the River Mersey. The building, now headquarters to the Royal Liver Assurance, is probably the best-known in the city and was opened in 1911. Each tower is topped by a metal sculpture of a cormorant-like liver bird, designed by Carl Bernard Bartels and constructed by the Bromsgrove Guild.
There are two less well-known liver birds in the city. A third metal bird is on the nearby Mersey Chambers office building, adjacent to the Church of Our Lady and St Nicholas, the parish church of the city of Liverpool. The fourth, a bird carved in stone, topped the original St John's Market building until its demolition in 1964. The stone liver bird is now displayed at the Merseyside Maritime Museum.
----------------------------------------------------------------------------------------------
Kali ini saya ingin membahas liver bird yg kini sudah terlalu identik dengan liverpool, untuk naming right stadion mungkin akan saya bahas di lain hari karna keterbatasan waktu heheheeeee.
Seperti yg kita ketahui, crest Liverpool berasal dari laut. Meski pertama kali dipakai di jersey pada 1950, logo The Reds berasal dari sejarah yang sangat panjang.
Crest pertama kali dipakai di jersey Liverpool pada 1949-50. Bukti itu terlihat dari kostum tandang untuk final piala FA musim tersebut yang dipajang di museum Anfield. Di bagian dada kiri kostum putih itu, terlihat logo berwarna dasar merah yg mencolok, dengan liver bird dan garis perisai berwarna putih.
Jelas sebuah hal yang menarik. Liverpool berdiri sejak 1892. Meski baru dipakai di jersey pada 1950, tentu logo Liverpool sudah ada sejak awal pendirian. Penggunaan liver bird sebagai logo klub tak lepas dari sejarah kota Liverpool. Liver bird yang menjadi simbol Liverpool merupakan burung khayalan. Burung itu dianggap sebagai perpaduan antara elang dan cormorant, sejenis burung laut.
Cerita bermula pada 1207. Raja John yang memerintah Inggris saat itu membangun Liverpool sebagai pelabuhan baru untuk menginvasi Irlandia dan laut irish. Laiknya sebuah kota baru, raja John lantas membuat segel khusus bagi kota Liverpool. Pada segel awal yang dibuat, elang yang menjadi burung kesayangan sang raja menjadi simbol. Elang itu membawa setangkai bunga yang menjadi lambang dinasti plantagenet di paruhnya.
Pada 1644, segel orisinal yg dibuat raja John hilang. Terpaksa dibuat segel yang baru. Raja John II yang berkuasa saat itu, mengganti elang dengan cormorant yang lebih familiar di kota pelabuhan tersebut. Namun, banyak yang menuliskan bahwa pembuat segel tak tahu beda antara elang dan cormorant. Bunga yang awalnya berada di paruh elang juga digantikan dengan daun yang bercabang (frond). Sejak saat itulah, liver bird yang menjadi simbol kota dianggap sebagai burung imajiner.
Laiknya zaman pertengahan, liverbird juga digunakan sebagai lambang pasukan kerajaan di kota pelabuhan tersebut. Desainnya terbilang unik. Menurut tulisan Heraldry of The World, berbeda dengan kerajaan Inggris yang menggunakan singa atau naga sebagai simbol, badge Liverpool berhias dua orang dewa penjaga laut, triton dan neptunus. Mereka memegang panji bergambar liver bird dan kapal laut. Sebuah penegasan terhadap status dan fungsi kota Liverpool.
Pada bagian bawah lambang terdapat tulisan “DEUS NOBIS HAEC OTIA FECIT”. Jika diartikan secara harfiah, tulisan tersebut punya beberapa makna. Bisa diartikan dengan “Tuhan telah memberikan kami kemudahan”, ada juga yang menafsirkannya dengan “Tuhan telah menganugerahkan berkat-berkat ini kepada kami”. Tapi intinya, moto itu merupakan wujud rasa syukur.
Logo di badge militer pasukan kerajaan itulah yang kemudian diambil menjadi logo Liverpool. Perubahan minor memang ada. Tapi, liver bird, triton, dan neptunus tetap menjadi bagian penting yang tak dihilangkan. Demikian penjelasan Field Sport pada 19 september 1892.
Modernisasi tampaknya ikut menjadi dasar perubahan logo Liverpool. Triton dan neptunus dihilangkan. Liver bird sebagai lambang utama kota menjadi ikon tunggal di Crest The Reds. Pengajuan The Reds memakai lambang pasukan kerajaan sebagai logo klub, ditolak mentah-mentah oleh dewan kota. Sejarah itu dipaparkan di Liverpool Echo terbitan 13 desember 1961, meski tak memberitahukan tanggal persis pelarangan penggunaan dua dewa laut sebagai bagian dari logo klub.
Manajemen Liverpool sempat geram dengan pelarangan itu. Namun, mereka tak terlalu pusing memilih logo alternatif bagi klub. Liver bird yang telah “menemani” sejak berdiri dipilih sebagai logo klub. Penggunaan liver bird sebagai penanda klub telah ada sebelum pelarangan dilakukan.
Saat merayakan keberhasilan menjuarai liga inggris pada 1921-22, Liverpool Echo menampilkan seluruh tim dengan bendera raksasa bergambar liver bird. Di bagian bawah bendera, tertera musim kala The Reds merebut trofi divisi 1. “Hari ini, kami menampilkan gambar ekslusif dari bendera baru Liverpool FC. Bendera lama telah robek, bendera baru itu seolah menegaskan kepada dunia bahwa liverpool adalah juara divisi 1” tulis harian yang terbit sejak 1879 itu.
Monday, 16 December 2013
08:45
History Liverpool FC #2
MR: EDITOR
Dinmas Ardiyanto Kurnia
Banyak yang salah jalan tapi merasa tenang karena banyak teman yang sama-sama salah.. Beranilah untuk menjadi benar walau sendirian
Related Posts
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 komentar:
Post a Comment